### Keharuman Jejak Para Auliya Batu Ampar Madura ( 6 – Habis )

Makam/Pusara Bersejarah Astana Bujuk Kosambih Batu Ampar

Bismillahir Rahmaanir Rahim. Mengutip salah satu pesan Sayyid Muh. Alawi Almaliki Alhasani tentang Tawashshul dalam kitab “abwaabul faraji” di nyatakan; ”Sebagian dari pintu-pintu agung yang dapat melapangkan dan memberi kesuksesan adalah berwashilah (bertawashshul). Tawashshul termasuk jalan paling dekat untuk sampainya tujuan dan suksesnya harapan. Utamanya bila tawashshul itu melalui kemuliaan kekasih kita yang tercinta, penyembuh segala penyakit, pelapang segala kesempitan yang tak lain yaitu utusan Allah Nabi Muhammad SAW” semoga berkahnya meliputi kita semua.
 Dalam banyak hadist dan ayat yang dapat di jadikan landasan di sebutkan banyak sekali cara bertawashshul agar hajat dan hubungan kedekatan dengan yang Kuasa Allah SWT agar dapat terjalin lebih baik dan lebih makbul. Bentuk2 tawashshul itu di antaranya; bertawashshul dengan amal kebaikan yang pernah kita lakukan berdasarkan hadis yang shahih yang di kenal dengan hadis alghar (hadis cerita orang dalam gua) riwayat Bukhari dan lainnya, tawashshul dengan kemuliaan Nabi baik di saat Beliau belum di ciptakan, semasa masih hidup ataupun ketika Beliau telah meninggal, tawashshul dengan para Nabi dan para shalih shalihin, tawashshul dengan atsar (peninggalan) Nabi demikian pula para nabi dan shalihin, termasuk dengan berziarah ke Astana Rasulullah SAW dan para anbiya serta para shalihin.

Dengan dasar ini semoga dengan berdasarkan kemampuan masing2, kita dapat bertawashshul langsung dan bertamu ke Haram Makkah dan Nabawi Madinah untuk lebih sempurna mendapatkan syafaat Beliau. Dalam hadist Shahih di nyatakan ;”barangsiapa berziarah ke kuburku maka dia berhak mendapat syafaatku” amiin. Paling tidak bila kita tidak mampu, kita dapat bertamu dan mengharap berkah para pewaris Beliau yaitu para ulama yang mukhlish dan para kekasih-Nya. Beliau yang masih hidup ataupun para Beliau yang mulia yang telah di panggil Allah SWT untuk tabarrukan dan menapaki perjuangannya sebagai ibrah hidup kita untuk taqarruban kepada Allah SWT.

Bahkan telah menjadi tradisi dan keyakinan yang positif bahwa Sayyid Suadi ( Bujuk Lathong) Batu Ampar semasa hidupnya pernah berpesan untuk anak cucu dan para santrinya untuk selalu nyambung dengan Beliau walaupun sudah meninggal nantinya agar semua hajat terbantu untuk lebih sampai dan di ridloi Allah berkah do’anya. Pesan Beliau “ Siapa yang memiliki hajat, anak cucu/siapapun dan bertamu tabarrukan di astana (pusara) dan dapat menghatamkan Al Quran karena Allah di pusaraku (makam) Insya Allah akan terkabulkan hajatnya. Kalau 3 kali tidak terkabul robohkan nisanku.” Ini do’a dan pesan yang sempat kami serap dari para sepuh, benar tidaknya Wallahu A’lam, tapi dalam bukti nyata, Alhamdlillah banyak para peziarah dapat mencapai yang di hajatkan dengan berkah do’a beliau mengantar permohonan kita kepada Allah SWT.

Tidak ada larangan siapapun untuk tidak bertawashshul dan dapat menyampaikan semua bentuk do’a dan permohonan langsung kepada Allah swt. Allah pun berfirman dengan jelas bahwa Dia pasti akan mengabulkan semua do’a hamba-Nya kepada-Nya, namun hal ini Allah tidak menentukan kapan dan di mana do’a itu akan terwujud. Dengan bertawashshul do’a dan hajat akan lebih cepat sampai dan terwujud dengan Allah tentunya melalui do’a orang2 yang dekat denga-Nya.
Untuk menambah semangat para peserius spiritual dan pencerahan bathin, saya sampaikan hadis Nabi SAW yang shahih yang ditulis oleh Imam Al Hakim dalam kitab “al mustadrak”  dan Beliau menshahihkannya, di nukil pula oleh Imam Al Hafidz Ibnu Katsir dalam “albidayah wan nihayah”, dan banyak ulama hadis lain yang meriwayatkannya dan menshahihkannya termasuk Imam Salafi dan Wahhabi Imam Ibnu Taimiyyah dalam kitab “al fataawa juz 2 hal 150”.

Hadis ini menyatakan; ”Rasul bersabda; setelah Adam mengaku ( bertaubah ) akan kesalahannya (terpedaya setan waktu di surga), Beliau Adam berdo’a, ya Allah…hamba mohon dengan hak Muhammad Engkau ampuni hamba, maka berfirmanlah Allah hai Adam, bagaimana engkau kenal Muhammad sedangkan aku belum menciptakannya. Adam menjawab : wahai Tuhanku, sesungguhnya setelah engkau ciptakan aku dan engkau tiupkan ruh kehidupan padaku, saat aku mengangkat kepalaku aku melihat pada tiang2 arsy tertulis Lailaaha Illallah Muhammadur Rasulullah. Dari itu aku mengerti bahwa engkau tidak akan meletakkan nama itu bersama nama-Mu kecuali orang yang paling engkau kasihi (cinta). Allah berfirman : benar engkau Adam, sesungguhnya karena engkau berdo’a dengan nama yang paling aku kasihi (cinta) dengan haknya maka aku telah mengampunimu dan seandainya tidak ada Muhammad maka aku tidak akan menciptakanmu” Hadis shahih di keluarkan oleh Imam Baihaki dari Syarah Al Mawaahib.

Semoga setitik tetesan hikmah ini menjadi penyemangat bagi kita untuk memperbanyak shalawat kepada Beliau dan banyak berkumpul dan nyambung dengan para wakilnya para shalihin dan auliya Allah SWT walaupun beliau telah meninggal sekalipun. Nabi Adam saja, sebagai rasul yang jauh kedudukannya dngan kita semua telah bertawashshul dengan Nabi walaupun beliau belum ada. Apalagi Nabi sudah ada dan kini telah meninggal, ini  tidak menjadi dasar bagi kita untuk mengurangi tawashshul kita kepada beliau2. Aamiiiiiiin. Taghammadanallah waiyyakum birahmatihi wabarkatihi bihakki nabiyyina muhammadin saw, wa alihi washahbihi wal anbiya wal mursaliina wat taabi’iina wataabi’it taabi’iina washshalihiina ajma’iiin.

Astana batu ampar bisa di capai dengan mudah, cukup dengan ke pulau Madura di kabupaten Pamekasan kecamatan Omben. Saat sudah dekat tanya Batu Ampar Insya Allah bisa sampai untuk yang belum pernah sowan kesana.

Salam berkah untuk semua warahmah minallah. fiddaarain amiin.

Selesai … 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s