### Keharuman Jejak Para Auliya Batu Ampar Madura ( 5 )

Sejarah Bujuk Tompeng Sayyid Batsaniyah & Beberapa Asma Terkenal Peninggalan Batu Ampar

Beliau adalah salah satu keturunan bujuk Kasambih Sayyid Abdul Mannan yang juga meneruskan tradisi sesepuhnya yaitu gemar belajar pengetahuan agama dan suka berkhulwat (bertapa) untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. Beliau terkenal alim dan zuhud. Pendakwah pejuang yang gigih dan berakhlak mulia.
 Ada sebagian kelebihan Beliau yang terekam dan menjadi kisah turun temurun di karuniakan Allah kepada Beliau karena kesholehannya.di antaranya, setiap tahun di pesantrennya beliau mengumpulkan masyarakat sekitar untuk melakukan selamatan bersama untuk mendo’akan para pendahulu beliau dan masyarakat secara umum. Biasanya bila acara ini di adakan, banyak sekali masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk mendapat berkah do’a beliau.ke anehannya,rangsuman makanan dan hidangan yang di persiapkan hanya satu periuk saja, demikian juga yang lainnya.sedangkan tamu dan undangan yang hadir banyak sekali jumlahnya .jelas tidak mungkin mencukupi untuk semua yang hadir.

Namun atas kuasa Allah melalui do’a Beliau yang mustajaabah, hidangan yang demikian terbatas dapat mencukupi dan melayani semua tamu yang tak terhitung jumlahnya, bahkan hidangan itu seperti tak ada habis-habisnya. karena salah satu karamahnya inilah beliau terkenal dengan nama bujuk tumpeng, karena hanya dengan hidangan satu ambeng(satu tompeng/satu tumpuk makanan/satu wadah/satu talam/satu periuk) dapat mencukupi untuk tamu yang banyak sekali jumlahnya.  Bahkan tak habis-habis hidangannya.

Semua itu berkah kedekatan, keikhlasan dan mujahadah Beliau untuk menjadi manusia yang di ridloi-Nya. Semoga kita semua dapat lebih bersemangat menambah kedekatan yang intim dengan Allah dan berkesempatan menjadi orang yang di ridloi-Nya di dunia akherat. Amiiin.

Salah satu peninggalan Poro sesepuh Batu Ampar, yaitu “Asma Sungai Rajeh” / ASR, yang telah terkenal di daerah Jawa dan Madura dengan berbagai Versi. Saat ini, karena kami hanya bersumber tradisi Madura, maka hanya dapat membabar Asma-Asma Batu Amparan dan Madura daerah utara.

Dari poro sepuh dan guru-guru kami ada beberapa asma toronan ( asma yang turun temurun ) yang sudah menjadi tradisi. Mohon ma’af kepada poro sepuh bila ada tradisi yang berbeda, karena beda tradisi tidak mempengaruhi banyak, tapi yang terpenting bagaimana hubungannya dengan Allah dan pengamalan dengan benar. Tak memandang jenis/versi apa yang dipakai, hasilnya Insya Allah tidak jauh berbeda. Keyakinan kepada-Nya lah yang menjadi tuntunan dan pegangan.

Versi ASR kami di antaranya:

1)      Asma Sunge Rajeh Binik (bersifat halus/perempuan jiwanya), biasanya poro sepuh Batu Amparan mengijazhkan ini untukawalan;

2)      Asma Sunge Rajeh Lake’ (bersifat lebih aktif/laki2 jiwanya), biasanya untuk ijazah lanjutan;

3)      Asma Sunge Rajeh Totop (pamungkas sunge rajeh/penyemppurna/tutup dari asma positif dan negatif.
Untuk para suluk yang masih semangat berolah spritual, biasanya di tambah ijazah tiga asma lanjutan , yakni asma tasek mereng, kayu rajeh dan binggulan.
Setelah melewati semua perjalanan asma ini dengan sukses. Di tutup dengan asma pamungkas “asma qaom sebuh” ( asma seribu kaum ).  Asma yang di yakini dapat menyerap dan menundukkan alam raya seisinya dengan izin Allah SWT.

Di kisahkan Shahibul Fadhilah Kyai Moh. Tsabit salah satu tokoh harimau Guluk-Guluk Sumenep Madura, pada zaman keruh-keruhnya negara ini, di fitnah sebagai bagian dari partai radikal yang anti pemerintah (jaman harto). Dikirimlah 1 kompi pasukan militer dari batalyon Malang waktu itu untuk menangkap Kyai. Sesampainya di dalem (kediaman ), mereka mengepung dalemnya. Sedangkan Kyai Tsabit tenang2 saja. Beliau keluar dari rumah hanya dengan menggoyang pohon asam londo berjatuhanlan daun-daunnya dan berubah menjadi ABRI lengkap dengan alat perangnya. Melihat keajaiban karamahnya rombongan militer ini kembali dengan ketakutan dan tangan hampa. Akhirnya selamatlah Beliau dari bahaya.

Terlepas dari itu semua kekuatan Asma tergantung dari energi spiritual masing-masing pengamal. Dengan kerja keras dan mujahadah, Insya Allah akan memperoleh berkah dari Allah SWT.

 Bersambung ke ( Bag-6 Habis)

2 thoughts on “### Keharuman Jejak Para Auliya Batu Ampar Madura ( 5 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s