Kearifan Metafisika : Seputar Asma’ Al Lathif ( Bag-3 )

Daya Supranatural Al Lathiif

Imam Abul Abbas Al buuni, berkata “Asma al lathiif merupakan sekian asma yang daya pengaruhnya amatlah cepat, untuk melapangkan kehidupan, di saat-saat dalam keadaan bahaya dan kesempitan dan amatlah bermanfaat bagi orang-orang yang ada dalam tahanan, orang yang sedang sakit keras, bahkan amatlah berguna untuk orang yang terhimpit berbagai masalah baik dalam bathinnya ataupun secara fisiknya. Orang yang sedang dalam tekanan penguasa zhalim atau tekanan sifatnya sendiri yang negatif, akan di lapangkan oleh Allah Insya Allah dengan washilah asma ini. “”
Dikisahkan pula oleh Imam Al Buni, “Bahwa suatu saat seorang bernama Muhammad Al Mundzir, dia datang kepada beliau untuk belajar suluk (thariqah). Saat itu tiba-tiba Allah bukakan kasyaf sehingga Iimam Al Buuni dapat melihat masalah yang di hadapi Muhammad Al Mundzir. Beliau melihat di dahinya bahwa Muhammad Al Mundzir sebentar lagi akan di hukum pancung oleh hakim,  saat itu lalu beliau beristikharah kepada Allah untuk mencari solusi. hasilnya Imam mendapat isyarah agar Al Mundzir mendzikirkan Al Lathiif sebanyak 90.000X. Maka di laksanakanlah petunjuk itu. Setelah Al Mundzir menyelesaikan riyadlahnya, dia bermimpi di datangi hakim dan di pancung. maka bangunlah dia dan menghadap sang imam. saat menghadap imam, Imam tersenyum karena di dahi Al Mundzir telah terhapus catatan tentang pemancungannya. di dahinya telah penuh cahaya pengampunan. Maka bersyukurlah semuanya saat itu, sejak kejadian itu Al Mundzir terus mendekatkan diri kepada Allah dengan asma ini hingga dia mencapai derajat kewalian. “Allahumma amiin semoga kita bisa merasakan dan di beri pertolongan oleh allah untuk dapat istiqamah dan meraih bekah asma nya.

apakah asma ini tergolong  ismul a’dhom mpuh?

Matur nuwon commentnya. Untuk titel ismu a’dhom Ulama berbeda pendapat, karena semua asma Allah adalah Agung. dalam nash hadist juga bermacam versinya. Oleh karenanya sebagian ulama arif berkata ismul a’dhom terdapat pada dirimu sendiri. Insya Allah asma apapun yang jadi washilah sampai kepada Allah’ sebenarnya adalah ismul a’dhom untuk orang tersebut.

Setiap asma mempunyai wilayah dan jangkauan sendiri, ada yang mengandung daya qabdu (menguasai, mengalahkan, menginterfensi, menaklukkan dan menindas/agresif). ada juga asma yang dayanya basthu (lebih persuasif,pelan,lembut,menciptakan kasih dan harmoni,tidak radikal,dan halus). ada juga daya yang bersifat seimbang (balance). Namun pada akhirnya, asma apapun yang menjadi washilah puncak dari penyatuan dan hakekat asma akan kembali kedalam samudra kebesaran ILAHI.

Asma Al lathiif merupakan Asma yang dayanya halus (daya basthu) dan bila dayanya sudah menyatu, akan melahirkan karamah yang agung. Bagaikan air yang menjadi sumber kehidupan jagat raya. semoga sejhtera selalu. salam semangat.

Air yang begitu lembut, dalam suatu waktu bisa melakukan hal agresif bila di dorong oleh keadaan tertentu. Begitu halnya dengan asma Al Lathiif. Dayanyapun memiliki daya dua arah, walaupun dasar dayanya adalah lembut. Di isyaratkan oleh Imam Al Buuni, bahwa asma ini punya daya menarik segala hal baik, ataupun sebaliknya menolak segala hal yang berbahaya dan buruk. Tinggal kitanya  akan menggunakannya ke arah dan kebutuhan yang mana.

Allah A’lam Bisshowaab…

(Bersambung ke Bag-4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s