### Keharuman Jejak Para Auliya Batu Ampar Madura ( 4 )

Semangat Juang Yang Patut Di Tiru

Ada kisah unik dari perjalanan salah satu keturunana Bujuk Latthong di Batu Ampar. Namanya tidak ane sebutkan karena faktor izin dan privacy. Beliau masih hidup saat ini.ada di daerah Batu Ampar bere’. Kisah ini dapat menjadi teladan bahwa semua manusia mempunyai bagian yang sama dari Allah SWT, tanpa memandang bulu. Siapa gigih dalam hidup dan bermujahadah pasti akan mendapat berkah dari-Nya. Siapaun dia, keturunan Nabipun beliau, tapi jauh dari Allah dan bermalas-malasan maka diapun akan memanen sedikit dari berkah ayahandanya. Karena berkah dan ilmu bukan karena keturunan, tapi di peroleh dari sengaja membukanya dengan mujahadah yang setimpal.
Salah satu keturunan bujuk yang mulia, karena kelalaian dan kemalasannya beliau besar hingga berkeluarga tidak dapat membaca Al-Quran, apalagi mengerti ilmu-ilmu agama lebih jauh, namun karena faktor status potonah *turunan*  bujuk, beliau di hormati di desanya. Orang-orang yang ada di sekitarnya mengira bahwa belia adalah ahlul ilmi. Suatu saat terjadilah peristiwa yang beliau tidak inginkan selama ini. Pada saat ada tetangga yang meninggal diadakanlah pengajian Alquran bersama untuk mendoakan yang meninggal. Pada saat bersamaan Kyai yang biasa menjadi pemimpin acara sedang berhalangan hadir, karena tidak ada yang di tuakan lagi maka beliau di minta untuk memimpin acara tsb. Semua masyarakat saat itu mendukung dan memintanya. Apa yang terjadi?

Keringat mengucur deras tanpa henti karena kaget dan perasaan malu yang amat sangat. Beliau yang tidak bisa mengaji/baca Alquran di minta menjadi pemimpin khataman Alquran gimana jadinya. Dalam keadaan kepepet ini beliau peras akal dan otak agar bisa keluar dari Majlis itu karena malu. Alhamdulillah beliau dengan berbagai alas an, dapat pamit pulang karena ada hal yang tidak bisa di tinggalkan di rumah.

Berawal dari peristiwa ini beliau merasa menyesal dan bersalah pada diri sendiri karena malas di masa kecil, tapi tidak ada nama terlambat bagi potoh *keturunan*  Bujuk. Beliau berikrar dalam hati untuk berjuang agar dapat membaca Alquran selayaknya poro sepuh di sana. Tapi masalahnya, mau belajar ngaji kepada siapa ? bisa-bisa tambah hancur reputasinya di masyarakat kalau mereka tahu bahwa beliau betul-betull tidak bisa ilmu Alquran. Di tambah lagi, betapa malunya sudah berkeluarga dan punya anak masih belajar ngaji, wah tambah bingung nih beliau.

Akhirnya beliau teringat sebagian dawuh *perkataan* embah putrinya yang sering cerita bahw Nabi-Nabi dan orang -orang shaleh terdahulu suka tirakat selama 40 hari/41 hari. Akhirnya beliau ambil keputusan untuk belajar langsung kepada Allah agar faham ilmu Alquran, maka pamitlah beliau dengan menyampaikan maksudnya kepada istrinya. Istrinya pun menyetujui rencana beliau.

Pada hari yang telah di tentukan beliau puasa selama 40 hari, setiap malam beliau tiduran di tengah pintu rumah dengan kepala di luar pintu dan leher ke bawah di dalam pintu (tidur di tengah pintu masuk). Beliau lakukan itu tanpa tidur sekejappun sambil berdzikir memohon hajat terkabul kepada Allah.

Empat puluh hari berjalan tidak tanda-tanda petunjuk datang. Beliau tetap semangat, dalam pikirannya mungkin aku salah ngadepnya, maka beliau pun berbalik kepala di dalam rumah dan dari leher badan ke bawah di luar pintu. Seperti biasa beliau berpuasa dan malamnya tidak tidur sampai pagi dengan telentang di tengah pintu 40 hari lagi. Setelah lewat 40 hari Alhmdulillah petunjuk belum kunjung datang juga.

Karena semangat yang besar, beliau tidak putus asa. Sampai berapa 40 hari lagi tetap akan beliau perjuangkan niatnya. Lalu beliau rubah metode tirakat dengan kepala masuk dalam tomang (tempat masak dari tanah),  menurut kepercayaan tomang tempat hidup di mulai karena dari situlah makanan di masak untuk menunjang kehidupan. Beliau lakukan puasa dan tidak tidur malamnya selama 40 hari lagi. Karena yang kesekian kali ini masih belum berhasil juga beliau coba balik tirakatnya dengan kaki berada di dalam tomang selama 40 hari lagi seperti biasa.

Tanpa kenal lelah 4×40 hari telah berlalu. Namun belum ada tanda-tanda keberhasilan prihatinnya. Lalu beliau lanjutkan tirakatnya dengan puasa dan mellekan malam di halaman rumahnya selama 40 hari lagi. Alhamdulillah malam terakhirnya muncul isyarah yang di tunggu-tunggu selama ini. Suara itu memberi petunjuk agar beliau pergi kebelakang rumah menuju sumur. Nanti kalau ada dua cahaya di situ ambillah, menurut petunjuk itu. Walhasil, setelah sampai di sumur yang di tunjuk, ternyata sungguh aneh ada cahaya dalam gelap bergemerlapan di tepi dalam sumur. Lalu beliau ambil ternyata dua buah berlian indah dan bercahaya dalam gelap beliau dapat. Dalam hati beliau bergumam, yaa Allah hamba tidak ingin hal ginian, hamba cuma ingin dapat faham ilmu Alquran. tapi tak apalah kalau engkau memberi ini sebagai perantara agar aku dapat faham Alquran. Lalu dengan sedikit kecewa beliau bungkus dua batu berlian itu dengan kain dan di simpannya ke atas atap mushallanya.

Esok harinya beliau beliau tetap berniat puasa 40 hari lagi seperti biasa. Tapi beliau bingung, nanti malam beliau akan tirakatan di mana. Teringatlah beliau tempat menyimpan dua berlian yang di dapat tadi malam. Maka di putuskanlah malam itu dan seterusnya akan berprihatin berdzikir dalam mushalla tempat beliau meletakkan berlian itu. Siapa tahu isyarah akan muncul disana.

Dengan tekad yang bulat dan pasrah kepada Allah SWT. beliau lalui malam demi malam, hari demi hari dengan penuh semangat dan penuh harap hingga suatu malam jerih payah dan usaha beliau di ridloi oleh Allah swt. Pada malam yang terakhir mbah putri beliau hadir dalam bathiinnya memberi kabar gembira.”cong,cokop beknah la aprihatin.katerima lah ben allah.sengko’ dibi’ se ngajernah beknah.lagguk beknah melle qur an jek ka’bukka’ sampe’ maghrib”. Kalau terjemah bebasnya,”nak,cukup sudah prihatin kamu dan telah allah terima permohonannmu.aku sendiri nanti yang akan mengajarimu alquran.besok ke pasar belilah Alquran.jangan di buka sampai maghrib tiba”.

Dengan gembira dan penuh syukur beliau ke pasar pagi harinya dan di belilah Al quran dengan hati yang berbunga-bunga. Sesuai dengan petunjuk setelah shalat maghrib maka di bukalah Al Quran Alkariim tersebut dengan hati tak karuan dan deg-degan. Setelah Alquran terbuka, beliau mulai baca dari basmalah, terus ke alfatihah berlanjut ke awal surat Al Baqarah….ya Allah begitu bahagia dan bersyukurnya beliau karena telah dapat membaca Alquran dengan lancar bahkan dengan lahjah dan tajwid yang istimewa. Karena beliau begitu bahagia tanpa terasa beliau baca terus hingga hatam.

Inilah karunia Allah SWT bagi siapapun yang berani bersusah payah dan berjuang untuk masa depannya. Bukan karena status, tapi karena lelaku yang hebat Allah akan memberi berkah. Bukan karena nasab dan keturunanan. Semoga kisah nyata ini menjadi inspirasi dan semangat untuk kita semua. Semoga beliau di berkahi Allah selalu, karena kami banyak mengambil manfaat dari perjalanannya.

Amiin.taghammadanallaahu wa iyyakum bi barkatihi wa syafaa’ati rasuulihi wa karoomati auliyaa’ihi wa madadihim.

One thought on “### Keharuman Jejak Para Auliya Batu Ampar Madura ( 4 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s